Lifestyle

Di Balik Perjuangan Band Hippotopia Jadi Song Theme Film Solata, 3 Lagunya Sempat Ditolak

JAKARTA – Band indie Hippotopia menjadi Song Theme Film Solata karya Ichwan Persada yang tersebut mengupas tentang pendidikan, khususnya di dalam Toraja. Namun, perjuangannya menimbulkan lagu bukan semudah membalikkan telapak tangan.

Tiga personelnya, Silvi (guitarist), Qinant (vocalist) lalu Valine (vocalist) yang digunakan kuat dengan unsur folk, swing pop juga funk ini pun tertantang menimbulkan lagu “mewah” ala Disney seperti benang merah film tersebut.

Hippotopia diminta menghasilkan musik yang digunakan dirancang menguatkan narasi kemudian emosi pada sebuah film dengan menggabungkan aransemen modern serta puisi dengan logat khas toraja hingga menyatu dengan alur cerita, yang mana menghadirkan semangat kemudian harapan yang dimaksud mendalam.

Qinant yang tersebut mengunjungi redaksi Sindonews, menceritakan proses kreatif di tempat balik pembuatan lagu Solata, tembang yang diambil sesuai judul filmnya. Dia mengatakan, Hippotopia harus sedikit pergi dari dari jalur musiknya. Pasalnya, Ichwan Persada sebagai produser lalu sutradara meminta-minta dibuatan lagu berkesan mewah kemudian megah namun dengan lirik yang mana sederhana.

“Namanya kita musisi gitu ya, gak bisa jadi sebenarnya kita yang digunakan break secara langsung jadi gitu. Itu tuh harus kayak bertapa dulu untuk berpikir, cari inspirasi” tutur Qinant.

Namun, di proses pembuatan soundtrack serta song theme film Solata Hippotopia bukan dan juga merta dengan segera membuatkan lagu tersebut. Mereka melalui beberapa proses untuk menyesuaikan dengan film Solata, khususnya untuk song theme Solata hingga akhirnya terpilih dua lagu untuk soundtrack kemudian song theme.

“Hippotopia sempat mengajukan tiga lagu untuk dipilih kemudian disesuaikan dengan permintaannya. Kita mengajukan yang digunakan tadi, gimana kalau kita kasih tiga terus akhirnya dua minggu kita jadiin tiga lagu tapi posisinya sudah ada 30% jadi ada aransemen-aransemennya,” tutur Qinanti.

Namun, lagu-lagu yang digunakan disodorkan ditolak lantaran tidaklah sesuai dengan cerita di filmnya. Ini adalah menciptakan anggota Hippotopia sedih. Bahkan, Qinant mengaku sampai menitikan air mata.

“Itu sampe nangis tuh karena, kita Hippotopia kan biasanya kita bikin lagu yang digunakan ceria meskipun kayak lagu patah hati, tapi dikemasnya pun tetap memperlihatkan dengan yang digunakan ceria sedangkan ini slow gitu pelan, kita pas recording aja sampe yang mana mau nangis. Mau nangisnya tuh tambahan ke susah, susah penghayatannya,” tutur Qinant.

Related Articles

Back to top button