Di Luar Dugaan AS, Jalur Sutra Baru China Semakin Mengikat Planet

JAKARTA – Sudah lebih tinggi dari 11 tahun Presiden China Xi Jinping telah lama mengumumkan Inisiatif Sabuk lalu Jalan (Belt and Road Initiative). Sejak ketika itu, banyak miliar dolar sudah mengalir dari China ke proyek-proyek infrastruktur di tempat seluruh dunia menyebabkan sebagian pengamat Barat mewaspadai pengaruh Beijing yang terus meningkat dan juga mencela Amerika Serikat (AS) oleh sebab itu tidak ada melakukan banyak hal untuk menangkalnya.
Dari awal inisiatif ini pada 2013 hingga 2021, China telah lama mengucurkan dana sekitar USD679 miliar ke 165 negara untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur, menurut laporan Oktober yang tersebut diterbitkan oleh Kantor Akuntabilitas Pemerintah. Meskipun pengeluaran Belt and Road Initiative merosot selama pandemi Covid-19, laporan American Enterprise Institute baru-baru ini menemukan bahwa aktivitas proses pembuatan yang dimaksud terkait dengan inisiatif yang dimaksud melonjak 40% selama paruh pertama tahun 2024.
Dasbor yang dikelola oleh AEI menunjukkan bahwa China telah lama menghabiskan puluhan miliar dolar untuk proyek-proyek dalam Asia, Afrika, Eropa, juga Amerika Selatan. Pendanaan Jalur Sutra khususnya datang pada bentuk pinjaman antarpemerintah untuk membantu negara mengalami perkembangan kemudian negara maju mendanai berbagai proyek infrastruktur.
Proyek-proyek terkait energi telah terjadi menjadi fokus utama China pada investasinya, yang tersebut mencakup 35% dari pengeluaran Belt and Road antara tahun 2013 juga 2021, menurut GAO. Area pengeluaran utama lainnya selama periode yang disebutkan termasuk USD202 miliar yang digunakan diluangkan untuk transportasi, USD202 miliar untuk proyek-proyek industri, USD26 miliar untuk infrastruktur komunikasi, serta sekitar USD9 miliar untuk air kemudian sanitasi. Menurut eksekutif China sendiri, Inisiatif Sabuk kemudian Jalan hadir sebagai sarana untuk mengembangkan Jalur Sutra modern dengan China sebagai pusat perdagangan global.
Para pembuat kebijakan serta pakar kebijakan luar negeri Amerika Serikat telah dilakukan lama khawatir bahwa pengeluaran Sabuk serta Jalan China digunakan oleh Partai Komunis China untuk memperluas pengaruh globalnya kemudian mengasingkan Amerika Serikat dari para sekutunya. Sejumlah pihak menuduh China membelenggu negara-negara mengalami perkembangan dengan utang kemudian menggunakan utang yang dimaksud untuk mendapatkan konsesi politik.
Sementara itu, pihak lain khawatir bahwa menanamkan perusahaan loyalis PKT seperti Huawei pada infrastruktur negara lain akan meningkatkan ketergantungan global pada China serta melemah pengaruh kegiatan ekonomi Amerika. Keprihatinan juga muncul bahwa Inisiatif Sabuk dan juga Jalan telah lama memberikan akses ke lokasi juga sumber daya strategis terhadap China.
Pemerintah Negeri Paman Sam tiada menghentikan mata terhadap pengeluaran pengaruh global China. Pada 2018, kongres membentuk International Development Finance Corporation (DFC) dengan tujuan untuk melawan diplomasi infrastruktur China. DFC berbeda dengan Inisiatif Sabuk serta Jalan sebab memberikan pinjaman, penanaman modal langsung, jaminan pinjaman, lalu asuransi risiko untuk proyek-proyek perkembangan swasta.
Sementara itu, Inisiatif Sabuk juga Jalan beroperasi teristimewa melalui otoritas Cina yang digunakan memberikan pinjaman infrastruktur terhadap pemerintah lain. Meskipun pinjaman DFC sudah pernah meningkat tambahan dari dua kali lipat sejak tahun 2020, GAO, organisasi pengawas resmi pemerintah federal, masih memberi peringatan bahwa Cina melampaui Amerika Serikat pada hal pengeluaran pembangunan di tempat luar negeri.
Meskipun beberapa perkiraan menempatkan pengeluaran infrastruktur luar negeri China lebih lanjut dari USD1 triliun, kekuatan gabungan dari Badan Pembangunan Internasional AS, Departemen Perdagangan, Bank Ekspor-Impor, Departemen Luar Negeri, DFC, Millennium Challenge Corporation, serta Badan Perdagangan serta Pembangunan Negeri Paman Sam belaka menghabiskan sekitar USD76 miliar untuk proyek-proyek infrastruktur luar negeri antara tahun 2013 dan juga 2021.






