Figma Perkenalkan Fitur Pengaturan Agen AI untuk Mendukung Alur Kerja Desain

Figma terus memperluas penggunaan kecerdasan buatan melalui fitur pengaturan agen AI yang membantu desainer mengelola pekerjaan langsung di dalam kanvas desain. Pengembangan ini memungkinkan pengguna memberikan instruksi, menghubungkan design system, memanfaatkan komponen yang sudah tersedia, serta menyesuaikan hasil berdasarkan kebutuhan proyek. Teknologi tersebut menjadi bagian dari transformasi Figma menuju platform desain yang mendukung kolaborasi antara manusia dan agen AI. Dengan kemampuan memahami konteks file, agen dapat membantu membuat rancangan antarmuka, melakukan perubahan berulang, dan memberikan masukan terhadap desain. Kehadirannya menawarkan peluang meningkatkan produktivitas tanpa menghilangkan kendali kreatif desainer.
Inovasi Figma Hadirkan Kolaborasi Desainer dengan Agen Kecerdasan Buatan
Figma merupakan aplikasi pengembangan pengalaman pengguna dan desain produk digital. Melalui pembaruan kemampuan kecerdasan buatan, perusahaan menghadirkan agen yang bekerja langsung pada kanvas desain. Fitur ini mulai diperkenalkan pada Mei 2026 dan terus memperoleh kemampuan tambahan pada bulan berikutnya. Berbeda dari generator gambar sederhana, teknologi tersebut memungkinkan perubahan langsung terhadap komponen desain. Kemampuan tersebut mencakup pembuatan rancangan, pengeditan elemen, dan pemberian masukan. Berkat integrasi langsung pada kanvas, hasil pemrosesan AI dapat dikembangkan kembali sesuai kebutuhan proyek.
Arah pengembangan teknologi ini menekankan penyederhanaan aktivitas desain berulang. Sebagai contoh, desainer perlu memperbarui banyak elemen secara konsisten. Proses yang sering dilakukan antara lain penyesuaian ukuran, penggantian teks, dan pembaruan tata letak. Dengan dukungan agen AI, pengguna dapat meminta perubahan tanpa mengulang setiap langkah secara manual. Namun demikian, hasil yang diberikan tetap membutuhkan pemeriksaan. Sistem ini dirancang sebagai pendamping yang mendukung proses kreatif, bukan penentu tunggal kualitas antarmuka.
Cara Mengatur Agen AI Figma agar Sesuai Kebutuhan Proyek
Penggunaan agen AI Figma dapat dimulai melalui dokumen desain yang sedang dikerjakan. Ketika halaman desain sudah tersedia, pilih Agents pada panel navigasi sebelah kiri. Pengguna juga dapat memanfaatkan kombinasi Cmd + Enter pada perangkat Mac. Melalui fitur tersebut, desainer bisa menjelaskan pekerjaan yang ingin diselesaikan. Untuk memberikan gambaran, tim produk dapat meminta alternatif tampilan halaman profil. Agen kemudian berusaha menyusun hasil desain yang berkaitan dengan instruksi pengguna.
Selain kotak perintah pada kanvas, Figma menghadirkan antarmuka chat yang tersimpan dalam file desain. Dalam ruang percakapan agen, desainer bisa melanjutkan pembahasan terkait proyek. Tombol percakapan baru membantu memisahkan pekerjaan berdasarkan kebutuhan. Sebagai contoh, obrolan terpisah dapat membahas pembaruan halaman pembayaran. Pengguna juga bisa mengatur visibilitas antarmuka agen langsung di kanvas. Fitur preferensi tersebut berada di Main menu, Preferences, dan Show AI Chat on canvas. Penting untuk memahami bahwa, kemampuan pengeditan tidak sama untuk seluruh pengguna.
Menghubungkan Design System dan Library ke Figma Agent
Fitur yang membedakan asisten Figma mencakup kemampuan memahami komponen desain dari library. Ketika sebuah perusahaan mengelola desain aplikasi, keseragaman elemen visual membantu mempertahankan identitas produk. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, desainer bisa mengakses pilihan Libraries melalui area instruksi. Setelah menu tersebut terbuka, tentukan sumber komponen dan style yang ingin digunakan. Melalui koneksi library, AI memperoleh konteks tentang komponen dan variabel. Hal ini membantu mempermudah penerapan komponen yang telah distandardisasi.
Untuk memberikan instruksi yang lebih spesifik, pengguna dapat menyebut elemen design system melalui simbol @. Penyebutan melalui prompt mendukung elemen visual khusus yang menjadi standar proyek. Ketika menyiapkan halaman baru, tim dapat meminta agen menggunakan komponen tombol yang sudah ada. Figma juga mendukung konsep skills yang mendefinisikan tahapan pekerjaan sesuai kebiasaan tim. Dengan memanfaatkan panduan kerja tersebut, proses desain berulang dapat diarahkan berdasarkan kebutuhan organisasi. Meski dukungan konteks semakin lengkap, hasilnya tetap perlu diperiksa terhadap pedoman desain asli.
Fitur Agen AI Figma dalam Membuat Prototipe serta Memperbarui Komponen
Dalam pekerjaan desain produk, asisten Figma membantu menghasilkan berbagai alternatif. Sebagai contoh, pengguna bisa mengembangkan alternatif susunan dashboard. Sesudah agen membuat desain awal, pengguna dapat memberikan instruksi perbaikan. Sistem kerja demikian mendukung perbandingan beberapa konsep dalam satu lingkungan kerja. Namun demikian, ketepatan rancangan bergantung pada informasi yang diberikan. Dengan pertimbangan tersebut, desainer sebaiknya menyiapkan tujuan dan batasan yang jelas.
Di samping menghasilkan alternatif layout, AI dapat membantu perubahan berulang pada aset desain. Contoh penerapannya meliputi pembaruan komponen dan pencarian pola yang dapat digunakan kembali. Dalam proyek dengan banyak layar, pembaruan manual dapat membutuhkan banyak waktu. Dengan menggunakan instruksi AI, desainer bisa mengalihkan perhatian pada kebutuhan pengguna yang lebih penting. Selain pengeditan, asisten dapat dimanfaatkan dalam pemberian umpan balik pada rancangan. Namun tetap perlu diperhatikan, hasil otomatisasi harus divalidasi agar tidak menimbulkan ketidaksesuaian.
Keamanan, Hak Akses, dan Biaya Penggunaan Agen AI Figma
Integrasi kecerdasan buatan pada proyek kolaboratif memerlukan pengelolaan hak pengeditan dan penggunaan data proyek. Akses terhadap fungsi asisten ditentukan oleh kategori akun serta kewenangan pengguna. Anggota tim dengan seat penuh serta hak pengeditan dapat menggunakan AI untuk memperbarui elemen dalam file. Berbeda dari pengguna dengan izin edit, pengguna View, Dev, atau Collab dapat berinteraksi tanpa mengubah file. Pembatasan hak akses tersebut berguna untuk menyesuaikan fungsi AI dengan kebutuhan anggota tim. Dalam menyiapkan pekerjaan otomatis, penting untuk memahami cakupan akses yang telah diberikan.
Figma juga menerapkan mekanisme AI credits yang berkaitan dengan pemakaian layanan. Jumlah kredit yang diperlukan dapat bergantung pada aktivitas pemrosesan yang dijalankan. Pada Oktober 2026, agen Figma tersedia secara umum untuk pengguna yang memenuhi ketentuan akses, tetapi hak pengeditan serta konsumsi kredit tidak selalu sama. Selain biaya, pengaturan keterlihatan chat menjadi pertimbangan penting. Chat agen yang dimulai setelah 22 Juni 2026 secara bawaan dapat dilihat anggota dengan Full seat dan akses edit pada file. Karena itu, hindari memasukkan data rahasia yang tidak diperlukan.
Figma Agent Membuka Peluang Kolaborasi Manusia dan AI dalam Desain Digital
Pengembangan agen AI Figma menunjukkan perubahan penting dalam alur kerja desain digital. Melalui integrasi pada kanvas, tim produk mempunyai alternatif untuk mempercepat eksplorasi desain. Fitur penggunaan komponen serta variabel yang tersedia membantu menjaga konsistensi hasil terhadap pedoman tim. Di samping kemampuan generasi desain, aktivitas administratif tertentu dapat dibantu kecerdasan buatan. Namun demikian, peninjauan manusia tetap diperlukan untuk memastikan kualitas. Penggunaan agen dengan instruksi jelas dan pengawasan langsung dapat membantu memperoleh hasil yang lebih konsisten.
Pada era TEKNOLOGI kreatif yang semakin berkembang, agen desain menghadirkan peluang meningkatkan produktivitas. Berkat penggunaan design system dan panduan kerja, tim kreatif berpotensi mempercepat proses eksperimen. Meski teknologi mampu menghasilkan berbagai alternatif, keputusan mengenai pengalaman pengguna memerlukan pertimbangan manusia. Pemanfaatan kecerdasan buatan perlu mempertimbangkan kebutuhan tim serta keamanan informasi. Bagaimana menurut Anda, apakah pengaturan agen AI Figma dapat mempercepat pekerjaan desain? Silakan sampaikan pengalaman menggunakan AI untuk desain.






