Bisnis

Indonesia Ingin Borong Minyak Rusia, Tak Gubris Ancaman Trump

JAKARTA – Di berada dalam ketagangan geopolitik antara negara-negara belahan dunia Selatan juga Barat, Indonesia baru-baru ini justru menyatakan ingin membeli minyak dari Rusia , serta menyatakan tidak ada takut ancaman Barat atau ancaman tarif dari Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump.

Trump baru-baru ini telah terjadi mengeluarkan ancaman keras terhadap aliansi BRICS. Hal ini dapat memunculkan konsekuensi yang sebanding dari Barat. Apakah ini penting bagi negara-negara yang dimaksud sekarang bergabung dengan BRICS?

BRICS sudah menjadi subjek yang mana menarik bagi banyak negara. Dengan blok yang dimaksud memperjuangkan kesetaraan perekonomian di skala global, blok ini mencoba untuk menantang dolar AS. Kini, upaya yang disebutkan telah terjadi menyebabkan respons yang dimaksud mengerikan dari Presiden AS. Namun, ancaman yang disebutkan bukan menghalangi Indonesia, salah satu negara yang digunakan baru cuma berekspansi menjadi anggota penuh BRICS.

Indonesia dengan tegas menginginkan kerja sebanding pembelian minyak dari Rusia dan juga tidaklah terpengaruh oleh ancaman tarif 100% dari Trump. Selain itu, merek telah dilakukan mendiskusikan peningkatan ekspor ke China lalu India, dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatan posisinya di kelompok tersebut.

“Kesempatan mendapatkan minyak dari Rusia muncul pasca kami bergabung dengan BRICS,” ujar Menteri Energi kemudian Sumber Daya Mineral Indonesia, Bahlil Lahadalia, baru-baru ini, dilansir dari Watcher Guru, Hari Sabtu (25/1/2025).

“Selama hal itu sesuai dengan peraturan dan juga tidak ada memunculkan masalah, mengapa tidak?” Bahlil menambahkan.

Hal senada juga disampaikan Ketua Dewan Sektor Bisnis Nasional Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan. “Selama itu menguntungkan Indonesia, kami terbuka untuk berdiskusi. Jika langkah ini memungkinkan kita untuk membeli minyak dengan harga jual USD20 atau USD22 tambahan murah, mengapa tidak?” ujar Luhut.

Sementara, Menteri Koordinator Lingkup Pangan Indonesia, Zulkifil Hasan menjawab kegelisahan ini dengan menyatakan bahwa Indonesia bukan akan melakukan transaksi-transaksi perdagangan dikarenakan takut.

“Mengapa kita bukan mau (membeli minyak Rusia)? Kita takut? Tidak ada ruang untuk takut pada perdagangan. Bagaimana seseorang bisa saja melakukan perdagangan jikalau ia takut?”

Related Articles

Back to top button