Begini Cara SPBU Jaga Standard BBM, Dari Density hingga Pengambilan Sampel

JAKARTA – Pertamina Patra Niaga memverifikasi BBM yang mana disalurkan di tempat SPBU memenuhi standar kualitas. Penerapan standar kualitas BBM pada setiap SPBU dimulai dari proses pengiriman hingga penyimpanan. Setiap tahap diawasi guna memenuhi standar yang tersebut telah lama ditetapkan.
Suma Hidayat, pribadi kepala shift salah satu SPBU Pertamina pada Jl MT Haryono DKI Jakarta menjelaskan, setiap pagi merekan mengecek density dan juga tera untuk menjamin kualitas substansi bakar. Saat mobil tangki datang, mereka itu cek dokumen surat jalan, mengukur density, serta menegaskan tidaklah ada komposisi air menggunakan pasta air.
”Jika tidaklah sesuai dengan standar, seperti density yang dimaksud tidak ada sesuai atau ada komposisi air, kami wajib menolak pengiriman tersebut,” katanya pada siaran pers, Selasa (18/3/2025).
Sejak truk tangki datang mengantar substansi bakar motor (BBM), tugas kepala shift harus dengan segera melakukan pengecekan dengan detail. Setiap pengiriman BBM oleh mobil tangki melalui pemeriksaan teliti. ”Mulai dari verifikasi segel hingga menjamin keakuratan jumlah agregat kemudian kualitas BBM sebelum masuk ke tangki penyimpanan serta dispenser pada SPBU,” ujarnya.
Suma menambahkan, pihak SPBU terus-menerus mengganti botol sampel BBM setiap kali ada pembongkaran atau memindahkan BBM dari truk tangki ke bak penampung BBM. “Botol ini ditempatkan di tempat area pompa untuk memberi tahu konsumen bahwa unsur bakar telah lama melalui proses pengecekan sesuai SOP,” tambahnya.
Langkah-langkah ini telah terjadi merancang kepercayaan dalam kalangan pelanggan, termasuk Lutfi, pengguna motor yang mana tinggal di area Mekarsari, Cileungsi. “Kalau berangkat kerja untuk pulang pergi kan otomatis kita butuh bensin ya. Nah saya itu dari kosan ke kerjaan itu lumayan sangat jauh kak. Saya itu banyak buru-buru, jadi saya pilih Pertamax biar gak ngantre. Selain itu tarikannya (akselerasi motor) juga lebih besar enak (dengan pertamax),” katanya.
Bila sedang pada SPBU, Lutfi menyatakan beberapa kali menggunakan failitas yang digunakan tersedia. Ketika sedang pada perjalanan harus menunaikan ibadah salat, rutin ia menggunakan musala di dalam SPBU.
“Kalau saya biasanya ke musala, kalau pulangnya maghrib. Biasanya saya isi bensin dulu baru saya salat. Kan lumayan enak nyaman musalanya, toiletnya juga bersih,” jelasnya.
Para pelanggan juga membagikan pengalaman merekan ketika menggunakan barang kemudian layanan Pertamina. “Kalau tentang pelayanan, saya rasa lumayan baik cara melayaninya. Saya juga merasa nyaman lantaran Pertamax ini sudah ada jadi kebiasaan dari dulu di area keluarga kami,” Viganti, seseorang pelajar yang dimaksud menggunakan motor.
Viganti juga menyoroti kualitas BBM yang dijual dalam SPBU. “Kualitas BBM-nya konsisten, serta staf dalam SPBU ramah-ramah, jadi ya menyenangkan aja,” katanya.






