Microsoft, Google, serta Meta Dilaporkan Menunda Pembelian Chip Nvidia GB200

MENLO PARK – Tahun lalu chip kecerdasan buatan Nvidia GB200 Grace Blackwell Superchip dipasarkan sebagai chip pelatihan kecerdasan buatan (AI) terkuat dalam pasaran.
Chip kecerdasan buatan Nvidia GB200 Grace Blackwell Superchip dipasarkan sebagai chip pelatihan Kecerdasan Buatan terkuat di area pasaran, menggabungkan dua GPU Nvidia B200 dengan satu CPU Nvidia Grace untuk melatih model dengan 1 triliun parameter.
Microsoft, Google, Meta, dan juga Amazon menangguhkan pembelian GB200 sebab hambatan pemanasan serta bug pada konektivitas chip, meskipun Nvidia menyatakan hambatan ini telah terjadi teratasi.
Nvidia menerima pesanan untuk GB200 senilai USD10 miliar setelahnya chip yang disebutkan diluncurkan, tetapi laporan yang dimaksud muncul pada hari yang tersebut identik ketika Negeri Paman Sam mengumumkan pembatasan transaksi jual beli chip Kecerdasan Buatan berdaya tinggi terhadap sekutu yang dimaksud bukanlah sekutu dekat seperti Malaya kemudian Singapura.
Alat ini menggabungkan dua GPU Nvidia B200 dengan satu CPU Nvidia Grace yang dimaksud memungkinkannya melatih model dengan 1 triliun parameter.
Hari ini, The Information melaporkan bahwa Microsoft, Google, Meta serta Amazon termasuk dalam antara pelanggan yang tersebut telah dilakukan menunda pembelian GB200 dikarenakan kesulitan pemanasan dan juga bug pada sambungan chip dalam rak server yang mana mereka gunakan.
Masalah ini sudah ada terdengar sejak Agustus lalu serta Nvidia mengungkapkan hambatan ini sudah pernah teratasi.
Namun penundaan yang digunakan terjadi pada waktu hambatan diselesaikan menghasilkan pelanggan menunda pembelian mereka sejak awal.
OpenAI, misalnya, memilih untuk membeli chip H100 yang dimaksud lebih banyak lama daripada terus menunggu.
Nvidia dilaporkan menerima pesanan GB200 senilai USD10 miliar dari pelanggan pasca chip yang disebutkan dirilis pada Maret tahun lalu.
Laporan itu muncul pada hari yang dimaksud serupa ketika Amerika Serikat mengumumkan pembatasan pemasaran chip Artificial Intelligence berdaya tinggi ke negara-negara yang dimaksud tidak sekutu dekat seperti Tanah Melayu kemudian Singapura.






