Nasional

Panas Dingin Hubungan Megawati serta Prabowo: Pernah Berpasangan ke Pilpres, Perjanjian Batu Tulis, Jokowi di dalam Antara Mereka

Jakarta – Rencana pertarungan antara Megawati Soekarnoputri juga Prabowo Subianto kembali mencuat setelahnya Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, memberikan sinyal mengenai hal yang disebutkan pada Kamis, 3 Oktober 2024. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI itu menyatakan tak melakukan penutupan kemungkinan menu nasi goreng akan berubah menjadi kembali dihidangkan pada waktu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri bertemu dengan presiden terpilih Prabowo Subianto.

“(Menu makanan) masih dipikirkan, tapi waktu itu, Ibu Mega yang dimaksud memasak lalu Pak Prabowo sangat menyukai. Jadi mungkin saja juga menu nasi goreng akan ada lagi,” kata Puan ke Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2024, disitir dari Antara.

Pertemuan Prabowo-Megawati mengingatkan pada hubungan mereka yang digunakan mengalami pasang surut, seiring dengan sikap urusan politik masing-masing. Lantas, bagaimana turun naik hubungan Prabowo-Megawati tersebut?

Pertemanan Megawati kemudian Prabowo sudah ada terjalin pada waktu menyelamatkan Menteri Perlindungan itu dari status stateless atau warga tak bernegara. Megawati yang mana ketika itu menjabat Presiden kelima Indonesia, memarahi Menteri Luar Negeri lalu Panglima TNI sebab memproduksi Prabowo terlantar. Prabowo sempat mengasingkan diri ke Yordania pasca berhenti dari dinas ke TNI pada 1998, usai reformasi.

“Saya marah sebagai Presiden. Siapa yang membuang beliau stateless? Hal ini saya tidak cari nama. Tanya untuk beliau. Tidak. Saya marah pada Menlu. Saya marah pada Panglima,” katanya di pada Presidential Lecture Internalisasi lalu Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.

Persahabatan keduanya kemudian terjalin ketika bersanding sebagai calon presiden-wakil presiden dalam Pemilihan Umum 2009. Pilpres ini juga berubah menjadi awal mula retaknya hubungan Megawati kemudian Prabowo lima tahun kemudian. Kala itu, Mega juga Prabowo melakukan penandatanganan perjanjian di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat atau dikenal sebagai Perjanjian Batu Tulis.

Perjanjian Batu Tulis merupakan ikrar Megawati Soekarnoputri kemudian Prabowo Subianto yang digunakan diteken keduanya pada 16 Mei 2009. Prabowo awalnya ingin peran duta presiden dikuatkan layaknya perdana menteri. Mega menolak usul itu akibat dianggap menentang konstitusi. Prabowo kemudian menerima kesepakatan oleh sebab itu diberi janji akan datang disokong menjadi presiden pada pemilihan 2014.

Pasangan Megawati-Prabowo ditetapkan di hari terakhir mendekati pendaftaran ke KPU pada 15 Mei 2009. Selama kampanye, keakraban keduanya kerap terlihat. Misalnya, ketika masa tenang mendekati pemungutan suara, Prabowo tampak akrab masak bersatu Megawati di Jalan Kebagusan, Ibukota Selatan, pada 7 Juli 2009. Kendati demikian, keduanya kalah telak dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kemudian Boediono yang mana meriah 73.874.562 suara.

Meski gagal masuk Istana Negara, mereka bersatu kembali pada 2012 di Pemilihan Pengelola (Pilgub) Jakarta. Kubu Mega serta Prabowo mengusung pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan juga Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok sebagai calon gubernur kemudian calon perwakilan gubernur Jakarta. Pasangan ini menang, mengalahkan petahana Fauzi Bowo.

Selanjutnya, hubungan Megawati lalu Prabowo renggang dalam Pilpres 2014. Sebab, Megawati mengkhianati Prabowo dengan mengusung Joko Widodo pada pilpres tersebut. Pilihan Megawati itu pun menimbulkan Prabowo mengungkit Perjanjian Batu Tulis 2009. Sebab, Prabowo merasa dikhianati oleh sebab itu partainya Megawati tidak ada menyokong ia seperti yang tersebut tertera pada kesepakatan itu. Adapun Prabowo berpasangan dengan Hatta Rajasa, politikus Partai Amanat Nasional (PAN).

Dengan kemenangan Jokowi-Jusuf Kalla, Prabowo juga pendukungnya memilih oposisi selama lima tahun. Sentimen akar rumput para pendukung Prabowo pun terus menggema dan juga menyerang kubu Jokowi. Jokowi dianggap satu paket dengan Megawati, bahkan Jokowi dianggap pula sebagai “petugas partai” di tahun-tahun tersebut.

Perseteruan Prabowo berhadapan dengan Mega serta Jokowi terlihat pada Pilgub DKI Ibukota 2017. Kali ini kubu Prabowo jadi pemenang dengan terpilihnya Anies Baswedan, yang mana berpasangan dengan Sandiaga Salahudin Uno (Sandi), sebagai Pengurus kemudian Wakil Kepala daerah DKI Jakarta. Lalu pada Pilpres 2019, Megawati juga masih jadi rival urusan politik Prabowo, dengan menunjuk Jokowi. Lagi-lagi, Prabowo kalah dari Jokowi pada Pilpres tersebut.

Namun demikian, hubungan Megawati dan juga Prabowo tampak dekat kembali pada saat bertemu di arena pencak silat Asean Games 2018 pada Agustus 2019. Prabowo yang tersebut juga Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Nusantara menyambut Megawati, dengan terlebih dulu berganti mengenakan busana adat. 

Putri proklamator ini juga menceritakan kedekatannya dengan Prabowo pada pidatonya ke Hari Ulang Tahun ke-46 PDIP ke Jiexpo Kemayoran, DKI Jakarta Pusat, pada Kamis 10 Januari 2019. Mega menyampaikan hubungannya dengan Prabowo baik-baik saja.

“Saya bilang, saya serta Pak Prabowo berhubungan baik,” kata Megawati. Bahkan kata Megawati, pemukim dekat Prabowo kerap memaparkan kepadanya bahwa Ketua Umum Partai Gerindra itu terus-menerus rindu nasi goreng buatannya. “Orang dekatnya Pak Prabowo bilang, beliau kangen lho mirip nasi goreng saya,” ujar Megawati.

Tak berhenti disitu, perseteruan Megawati juga Prabowo berlanjut di dalam Pilpres 2024. Alih-alih memenuhi janjinya sebagaimana tercantum di Perjanjian Batu Tulis. Megawati kembali mengkhianati Prabowo dengan menunjuk Ganjar Pranowo sebagai Capres pada Jumat, 21 April 2023. Padahal, Megawati sanggup semata menyandingkan kadernya, Ganjar Pranowo untuk mendampingi Prabowo kemudian mendukungnya di Pilpres 2024.

Meski bertentangan di dalam Pilpres 2024, Pertemuan Megawati lalu Prabowo pada tahun ini hanya sekali menanti momentum. Sebab, kata Puan, baik Megawati maupun Prabowo sama-sama ingin bertemu. “Yang terbaru semuanya beliau berdua serupa mirip berkeinginan untuk bertemu secepatnya mengawaitu waktu yang digunakan tepat, ke ketika yang dimaksud tepat,“ ucapnya ke Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2024, disitir dari Antara.

Dia menyampaikan penghadapan keduanya bisa jadi hanya dijalankan pada kediaman Megawati pada kawasan DKI Jakarta Pusat maupun dalam kediaman pribadi Prabowo yang mana berada di dalam Ibukota Selatan atau Bogor. “Bisa juga (di Teuku Umar, Ibukota Pusat, kediaman Megawati), bisa jadi juga di dalam Kertanegara (Jakarta Selatan), bisa jadi juga di Hambalang (Bogor), tidaklah ada hambatan akan bertemu di dalam mana saja,” katanya.

Sementara itu, Prabowo berharap rencana pertandingan dirinya dengan Megawati dapat terlaksana sebelum pelantikan presiden serta duta presiden terpilih pada 20 Oktober 2024. “Mudah-mudahan sebelum pelantikan,” kata Prabowo setelahnya mengunjungi pelantikan anggota DPR, DPD, kemudian MPR periode 2024–2029 dalam Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2024, diambil dari Antara.

Prabowo pun mengamini agar rencana pertemuannya dengan Megawati itu mampu terwujud. “Insyaallah, Insyaallah,” ujarnya.

KHUMAR MAHENDRA  | HENDRIK KHOIRUL MUHID | BUDIARTI UTAMI PUTRI | FRISKI RIANA | ANTARA

Artikel ini disadur dari Panas Dingin Hubungan Megawati dan Prabowo: Pernah Berpasangan di Pilpres, Perjanjian Batu Tulis, Jokowi di Antara Mereka

Related Articles

Back to top button