Mengenal Teknologi PGT-A, Solusi untuk Kurangi Risiko Bayi Lahir dengan Kelainan Kromosom

JAKARTA – Kelainan kromosom adalah kondisi genetik yang mana terjadi akibat kesalahan pada pembelahan sel selama proses pembentukan sperma atau sel telur. Akibatnya, bayi dapat lahir dengan total kromosom tak normal yang digunakan berisiko menyebabkan berbagai penyakit bawaan, seperti down syndrome.
Untuk menurunkan risiko kelainan kromosom, Jessica Iskandar mengambil langkah terbaik ketika mengikuti acara bayi tabung pada Morula IVF Surabaya.
Dokter obgyn Morula IVF Surabaya Benediktus Arifin MPH SPOG (K), FICS di acara seputar kehamilan dalam Surabaya, akhir pekan lalu menjelaskan, kelainan kromosom dapat menyebabkan berbagai permasalahan kebugaran pada bayi seperti keterlambatan perkembangan fisik, mental, dan juga cacat bawaan. Beberapa jenis kelainan kromosom yang mana umum di tempat antaranya Down Syndrome (Trisomi 21). Bayi yang digunakan lahir dengan Down syndrome memiliki tiga salinan kromosom 21.
“Mereka akan mengalami keterlambatan perkembangan intelektual lalu fisik. Kelainan kromosom berikutnya yaitu Sindrom Turner,” terang pria yang dimaksud akrab dipanggil dr. Benny itu.
Kondisi ini terjadi pada wanita juga disebabkan oleh hilangnya sebagian atau seluruh kromosom X, yang tersebut menyebabkan kemandulan juga permasalahan pendengaran dan juga penglihatan.
Ketiga adalah kelainan kromosom yang mana disebut Sindrom Klinefelter (XXY). Sindrom ini terjadi pada pria yang digunakan mempunyai kromosom X tambahan, menyebabkan gangguan perkembangan fisik kemudian disfungsi seksual.
Keempat adalah Trisomi 13 (Sindrom Patau) dengan kelainan yang digunakan menyebabkan cacat fisik kemudian intelektual berat juga kelainan organ seperti otak lalu jantung.
Faktor pemicu kelainan kromosom. Meski faktor pastinya belum sanggup ditentukan, ada beberapa faktor yang mana meningkatkan risiko kelainan kromosom pada bayi.
Pertama, usia ibu hamil. Wanita yang tersebut hamil di area usia 35 tahun ke menghadapi memiliki risiko lebih lanjut tinggi melahirkan bayi dengan kelainan kromosom.






