BYD Picu Perang Harga pada Pasar EV dengan Fitur Smart Driving Gratis

CHINA – Langkah BYD yang menawarkan ciri mengemudi pintar (smart driving) canggih secara gratis pada hampir semua model mobil listriknya telah lama mengguncang pangsa EV serta memicu perasaan khawatir akan pertempuran nilai tukar baru.
Dampaknya telah dirasakan: saham Xpeng juga Geely masing-masing anjlok lebih lanjut dari 9% serta 11%.
Strategi Agresif BYD
Pada hari Mulai Pekan (10/2/2025), BYD meluncurkan 21 model yang dimaksud dilengkapi dengan sistem bantuan pengemudi canggih “God’s Eye” atau yang dikenal sebagai DiPilot, tanpa biaya tambahan.
Sistem ini mirip dengan yang digunakan ditawarkan oleh Tesla, namun dengan harga jual yang dimaksud terpencil lebih besar terjangkau.
Model termurah BYD, Seagull, yang mana dibanderol dengan tarif USD9.555 (sekitar Rp147 juta), pun telah dilengkapi dengan fasilitas “God’s Eye” versi dasar.
Langkah ini menghasilkan tarif mobil listrik BYD dengan fasilitas autonomous driving terpencil lebih tinggi tidak mahal dibandingkan para pesaingnya, termasuk Tesla yang mana menawarkan ciri sejenis pada EV dengan tarif mulai dari USD32.000 (sekitar Rp496 juta).
Memicu Perang Harga Baru
Para analis menilai langkah BYD ini dapat memicu peperangan nilai baru di dalam lingkungan ekonomi EV yang mana sudah ada sangat kompetitif. Saham Xpeng juga Geely yang digunakan turun tajam mencerminkan kegelisahan penanam modal terhadap dampak strategi agresif BYD ini. Sementara itu, saham BYD yang terdaftar di tempat Hong Kong sempat naik 4,5% ke level tertinggi sebelum akhirnya turun kembali.
Tiga Versi “God’s Eye”
BYD menawarkan tiga versi “God’s Eye” di tempat sebagian besar jajaran produknya:
1. Versi Dasar: Tersedia pada model Seagull hingga model dengan tarif USD30.000 (sekitar Rp465 juta). Versi ini memungkinkan pengemudian otonom di area jalan raya, meskipun pengemudi harus masih memegang kemudi lalu mengambil kendali pada waktu diperlukan.
2. Versi Menengah lalu Tinggi: Dipasang pada kendaraan yang digunakan tambahan mahal, memungkinkan mobil untuk mengemudi secara otonom di area lalu lintas perkotaan yang mana tambahan kompleks, meskipun tetap saja dalam bawah pengawasan manusia.
Kondisi Pasar Otomotif China
China, sebagai pangsa mobil terbesar pada dunia, sudah pernah mengalami pertempuran harga jual sejak tahun 2023. Hal ini memaksa produsen mobil asing untuk merestrukturisasi operasi merek kemudian menyebabkan startup yang lebih tinggi kecil mundur. Langkah BYD ini diperkirakan akan semakin memperketat persaingan di area lingkungan ekonomi EV Tiongkok.
Strategi BYD yang tersebut menawarkan layanan mengemudi pintar canggih secara gratis pada hampir semua modelnya merupakan langkah berani yang tersebut dapat mengubah lanskap pangsa EV.
Langkah ini berpotensi memicu konflik harga jual baru serta memaksa para pesaing untuk menyesuaikan strategi mereka. Di sisi lain, konsumen diuntungkan dengan semakin terjangkaunya mobil listrik dengan teknologicanggih.





