Bisnis

Mengulik dalam Balik Ancaman Trump Tarif 100%, Mata Uang BRICS, dan juga Dedolarisasi

JAKARTA – Kesekian kalinya Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump mengancam tarif impor tinggi untuk negara-negara yang digunakan berpikir dapat bermain dengan dolar Negeri Paman Sam -mata uang cadangan dunia-. Hal ini merespons perihal prospek BRICS yang digunakan akan menimbulkan mata uang sendiri juga menantang dominasi Barat.

Ditekankan juga oleh Trump bahwa ‘BRICS sudah ada mati’ sejak beliau pertama kali melontarkan ancaman tarif terhadap kelompok negara-negara mengalami perkembangan utama itu pada awal tahun ini.

“Jika mereka ingin bermain dengan dolar, dia akan terkena tarif 100%,” katanya, mendekati pertemuannya dengan Narendra Modi, perdana menteri India, anggota pendiri BRICS.

Trump sebelumnya mengancam akan segera menerapkan tarif 100% pada kelompok BRICS. Tahun lalu, ia juga mengingatkan negara-negara akan dijatuhi dengan tarif 100% jikalau merekan menggalang “mata uang lain untuk menggantikan dolar Negeri Paman Sam yang mana perkasa.”

Kemudian Trump mengulangi ancaman itu pada bulan Januari, segera pasca dirinya menjabat sebagai Presiden Negeri Paman Sam untuk kedua kalinya. Ancaman Trump menjadi sorotan buat semua negara, tidak ada terkecuali bagi BRICS.

Negara-negara BRICS pada waktu ini mengaku tidaklah mempunyai rencana untuk merancang mata uang bersama. Pada bulan Januari, Rusia mengungkapkan bahwa pembicaraan tentang mata uang sama-sama “belum terjadi juga tiada berlangsung pada waktu ini.”

Sebaliknya, juru bicara Dmitry Peskov mengatakan, bahwa negara-negara BRICS fokus pada pembangunan ekonomi bersama. BRICS nampaknya berjalan mundur pada pembuatan mata uang bersama, seperti ditekankan oleh Brasil yang ketika ini memegang presiden BRICS.

Dilaporkan oleh Perusahaan Berita Reuters pada sedang pekan kemarin, Brasil mengungkap bukan akan menggerakkan mata uang bersama, mengutip pejabat pemerintah yang mana bukan ingin disebutkan namanya.

Namun BRICS disebutkan sebaliknya, akan mencoba mengempiskan ketergantungan anggota pada dolar Amerika Serikat dengan menghasilkan pembayaran internasional pada mata uang lain lebih banyak mudah.

Related Articles

Back to top button