TNI Siap Bantu Evakuasi WNI di dalam Lebanon, Kapuspen: Tunggu Petunjuk dari Kemenlu

Jakarta – Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Hariyanto, mengutarakan TNI siap membantu di pengungsian atau pemulangan WNI yang dimaksud berada ke Lebanon ke Indonesi diantaranya prajurit TNI yang dimaksud bertugas ke sana. Kondisi WNI yang mana berada di dalam Lebanon sempat dikhawatirkan pasca ada serangan negara Israel ke Lebanon pada Selasa 1 Oktober 2024.
“Kami yang dimaksud dalam home base siap untuk membantu kapan saja, dengan berhadapan dengan petunjuk atau perintah dari yang dimaksud telah dikoordinasikan oleh Kemenlu,” kata Hariyanto, ketika ditemui usai ziarah nasional di dalam Taman Makan Pahlawan Nasional Utama pada Kalibata, DKI Jakarta Selatan, Jumat, 4 Oktober 2024.
Meski demikian, Hariyanto mengutarakan belum ada perintah evakuasi. Hingga pada waktu ini, ia menyampaikan situasi prajurit TNI yang bertugas ke pada keadaan baik. Dia melakukan konfirmasi seluruh prajurit berada di pada markas dan juga berkegiatan seperti biasa.
“TNI di dalam Lebanon tetap berada ke markas juga melakukan kegiatan seperti biasa. Kementerian Luar Negeri Negara Indonesia juga akan berkoordinasi berkaitan dengan perkembangan situasi yang tersebut dalam sana,” katanya.
Sejumlah prajurit TNI berada dalam Lebanon tergabung di United Nations Interim Force in Lebanon atau UNIFIL. Pasukan bola penjaga perdamaian PBB ini telah berdiri sejak 19 Maret 1978 lalu.
“Kemenlu akan berkoordinasi dengan commander UNIFIL, apabila ada pengungsian serta sebagainya, sementara sampai sekarang belum (ada evakuasi),” ujar Hariyanto.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengemukakan keadaan seribuan prajurit TNI yang tersebut sedang bertugas ke Lebanon pada keadaan baik. “Alhamdulillah, baik,” katanya ditemui pada Lapangan Silang Monas, Ibukota Indonesia pada Rabu, 2 Oktober 2024.
Sekitar 1.000 prajurit TNI yang bertugas di dalam Lebanon itu tergabung pada Tim Keselarasan PBB atau UNIFIL. Melansir dari Antara, seribuan prajurit TNI yang disebutkan bertugas di dalam beragam satuan UNIFIL. Di antaranya Satgas Maritime Task Force, Satgas Batalion Mekanis TNI, lalu Satgas Pendukung Markas. Mereka juga ditugaskan di Satgas Indo Force Protection Company, Satgas Kerjasama Sipil-Militer TNI, Satgas Military Community Outreach Unit, dan juga Satgas Level 2 Hospital.
Sebagian besar prajurit TNI yang dimaksud tergabung di UNIFIL itu beroperasi pada darat. Sedangkan Satgas Maritime Task Force menjalankan tugasnya di dalam laut.
Agus juga mengatakan, bahwa TNI telah dilakukan mengirimkan tenaga kesejahteraan ke Rafah juga El Arish sebagai respons situasi konflik pada Lebanon. Dia menyebut, ada 45 tenaga kesejahteraan yang dimaksud ditempatkan di dalam dua lokasi.
“Kami sudah, khususnya pemerintah pada hal ini TNI sudah ada men-deployment 45 tenaga kebugaran di Rafah lalu El Arish melalui UAE,” ujarnya.
Kondisi keamanan ke Lebanon semakin memanas usai pasukan negeri Israel menyerang wilayah Lebanon melalui serangan udara sejak awal minggu ini dengan dalih mengincar kelompok Hizbullah. Otoritas Lebanon melaporkan hampir 610 pendatang tewas, lebih lanjut dari 2 ribu warga sipil luka-luka, lalu puluhan ribu lainnya mengungsi akibat serangan negara Israel itu.
Artikel ini disadur dari TNI Siap Bantu Evakuasi WNI di Lebanon, Kapuspen: Tunggu Petunjuk dari Kemenlu






