Nasional

Jenderal negeri Ukraina Akui Banyak Tentaranya Tewas Dirudal Rusia

KYIV – Seorang jenderal negeri Ukraina mengonfirmasi pada hari Mulai Pekan bahwa militer Rusia melakukan serangan rudal pada tempat latihan tentara dalam wilayah Dnipro atau Dnipropetrovsk, tanah Ukraina bagian tengah.

Menurut Mayor Jenderal Mykhailo Drapaty, kepala pasukan darat Ukraina, serangan rudal musuh pada 1 Maret telah terjadi menyebabkan korban massal dalam kalangan tentara Kyiv. Namun ia tiada merinci total pasti tentara yang tersebut tewas.

Jenderal yang dimaksud diangkat sebagai komandan pasukan darat tanah Ukraina pada akhir November 2024 itu mengancam akan menuntut pihak-pihak yang digunakan gagal gagal bertindak tepat waktu di merespons serangan rudal Rusia.

Dalam sebuah unggahan dalam saluran Telegram miliknya, beliau mengumumkan serangan itu sebagai konsekuensi mengerikan dari serangan musuh. “Kemarahan menggerogoti saya dari dalam,” katanya.

“Perang membutuhkan kebijakan cepat, tanggung jawab, juga standar keselamatan baru—jika tidak, kita akan kehilangan tambahan sejumlah dari yang mana kita miliki,” paparnya.

“Setiap orang yang mana menyebabkan langkah hari itu, kemudian setiap orang yang dimaksud tidaklah membuatnya tepat waktu, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban. Tidak pribadi pun akan bersembunyi di tempat balik penjelasan atau laporan resmi,” imbuh dia, yang tersebut dilansir Newsweek, Selasa (4/3/2025).

Kementerian Defense Rusia mengungkapkan pada 1 Maret bahwa pasukan Kota Moskow melancarkan serangan rudal balistik Iskander-M pada tempat latihan tentara negeri Ukraina di tempat desa Cherkaske dekat Dnipro.

Menurut kementerian tersebut, serangan itu menewaskan sekitar 150 tentara negeri Ukraina lalu 30 instruktur asing.

Kementerian itu menambahkan, para prajurit dari brigade mekanis ke-157 Angkatan Bersenjata tanah Ukraina sedang menjalani pelatihan pada tempat yang disebutkan pada waktu serangan rudal terjadi.

Related Articles

Back to top button