Nasional

Presiden WADA: Sistem anti-doping Amerika Serikat masih berjauhan dari sempurna

Warsawa – Sistem anti-doping Amerika Serikat (AS) masih terpencil dari sempurna, seperti disampaikan Presiden Badan Anti-Doping Bumi (World Anti-Doping Agency/WADA) Witold Banka pada Hari Jumat (11/4).

"Kritikus terbesar kami adalah ketua eksekutif Badan Anti-Doping Amerika (American Anti-Doping Agency/USADA) Travis Tygart, yang telah dilakukan mengawasi kampanye anti-WADA selama bertahun-tahun. Publik tampaknya telah dilakukan menyadari bahwa tujuannya mungkin saja untuk mengalihkan perhatian dari hambatan dia sendiri. Sistem anti-doping Amerika masih berjauhan dari sempurna," kata Banka untuk media Polandia, Sportowe Fakty (Sport Facts) pada Jumat.

"Selama bertahun-tahun, kami sudah pernah menunjukkan bahwa sistem anti-doping, misalnya di dalam olahraga perguruan membesar Amerika, NCAA, sangat lemah. Tidak ada tes darah, tidaklah ada tes pada luar kompetisi, para atlet bukan diwajibkan untuk memberikan informasi tentang keberadaan mereka, NCAA bukanlah penandatangan Kode Anti-Doping Dunia," kata Banka menambahkan.

Ia melanjutkan "Sekitar 90 persen atlet Amerika tiada tunduk pada kode anti-doping yang digunakan disebutkan ke atas. Beberapa dari dia cuma dites ketika dia menjadi atlet Olimpiade atau sesaat sebelumnya."

Pada 18 Maret, WADA menegaskan kembali posisinya menentang politisasi olahraga kemudian mengambil sikap tegas untuk menggalang langkah terkait tindakan hukum kontaminasi yang digunakan melibatkan perenang China pada Simposium Tahunan ke-19 pada Lausanne, Swiss.

"Kami berjauhan lebih banyak kuat kemudian lebih tinggi efektif ketika ini dibandingkan beberapa tahun yang mana lalu. Sistem anti-doping kami merupakan sistem hukum yang tersebut paling selaras di dalam dunia. Bagi saya, nilai terbesarnya adalah independensi WADA lalu saya tidak ada akan mengizinkan siapa pun untuk melanggarnya, bahkan negara adidaya sekalipun," ujar dia.

Banka terpilih sebagai presiden WADA pada Mei 2019. Masa jabatannya kemudian diperpanjang untuk satu periode lagi. Pada 29 Mei, ia berpotensi mencatatkan sejarah sebagai warga pertama yang digunakan terpilih untuk tiga kali masa jabatan sebagai kepala WADA.

Artikel ini disadur dari Presiden WADA: Sistem anti-doping AS masih jauh dari sempurna

Related Articles

Back to top button