Nasional

Respons Muhammadiyah dan juga PBNU Soal Penyusunan Kabinet Prabowo

Jakarta – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah lalu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU terlibat menanggapi perihal pembentukan kabinet Prabowo Subianto di dalam pemerintahan mendatang yang ketika ini sedang berlangsung. 

Sebelumnya, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebutkan finalisasi kabinet Prabowo Subianto di dalam pemerintahan mendatang direalisasikan sebelum pelantikan presiden. Ketua Tim Gugus Pekerjaan Sinkronisasi Prabowo itu mengungkapkan total kementerian dan juga posnya masih terus disimulasikan.

Adapun juru bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebutkan terdapat tiga kriteria bagi calon menteri yang akan duduk dalam kabinet pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Dia menuturkan Prabowo memberikan kesempatan bagi siapa pun yang mana ingin berkontribusi di pemerintahan bila sanggup memenuhi kondisi yang diberikan Prabowo.

Ketiga kriteria yang disebutkan adalah, pertama, calon menteri di kabinet harus memiliki integritas, seiring dengan komitmen Prabowo yang mana ingin memberantas korupsi. Kedua, harus miliki kompetensi dan, ketiga, harus loyal terhadap Prabowo selaku panglima tertinggi pada pemerintahan.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir: Jangan Mendahului Presiden Terpilih

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir merespons salah satu kabar kader Muhammadiyah yang dimaksud akan datang mengisi kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. 

“Jangan mendahului presiden terpilih, jadi kita tunggu 20 Oktober nanti, itu seluruhnya hak prerogatif presiden, kita hargai,” kata Haedar pada sela peresmian struktur UMY Student Yogyakarta pada Jumat, 4 Oktober 2024.

Salah pribadi kader yang tersebut santer disebut-sebut akan masuk kabinet Prabowo-Gibran itu adalah Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti. Dia dikabarkan akan mengisi kedudukan sebagai Menteri Pendidikan Dasar kemudian Menengah.

Haedar belum merespons kebenaran kabar itu. Dia hanya saja menegaskan Muhammadiyah akan menghormati siapa pun yang diberi mandat berubah menjadi menteri di kabinet Prabowo-Gibran nanti.

“Termasuk (siapa yang dimaksud akan ditunjuk Prabowo jadi) menteri pada bidang pendidikan, itu hak prerogatif Pak Prabowo, jangan mendahului, kita tunggu saja,” tutur Haedar. 

“Jadi sekali lagi, kita hormati, kita percaya serta Pak Prabowo itu yang dimaksud menguasai peta Indonesia, peta kekuasaan masyarakat, sehingga yang dimaksud dipilih oleh beliau itu juga akan merepresntasikan beraneka profesi golongan, kekuatan yang mana ada di masyarakat,” kata beliau menambahkan.

  • 1
  • 2
  • Selanjutnya

Artikel ini disadur dari Respons Muhammadiyah dan PBNU Soal Penyusunan Kabinet Prabowo

Related Articles

Back to top button